Test Footer

Kamis, 30 Juni 2011

Renungan Harian: Peran dalam Cerita Keluarga

II Korintus 5:18
�Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.�

Banyak orang menyukai cerita mengenai keluarga. Selain karena menyentuh hati, hal yang diceritakan sangat nyata dengan kehidupan manusia.

Pengarang Henri Nouwen, di dalam bukunya yang berjudul The Return of The Prodigal Son, mengatakan bahwa semua orang Kristen, pada titik tertentu dalam perjalanan iman mereka, diwakili oleh salah satu dari ketiga karakter utama dalam cerita tersebut. Kadang-kadang kita menjadi anak yang memberontak, yang membutuhkan pertolongan dan pengampunan. Pada kesempatan lain, kita adalah sang kakak yang ingin menyimpan kemarahan dan tidak mau mengampuni. Namun, apabila kita semakin dewasa, kita akan menjadi seperti sang bapak, yang rindu melihat semua anaknya diperdamaikan.

Dalam akhir bukunya, Nouwen menuliskan kata-kata berikut ini: �Pada saat saya memperhatikan tangan saya yang menua, saya kemudian menyadari bahwa kedua tangan itu diberikan untuk menjangkau mereka yang menderita, untuk menepuk bahu-bahu mereka yang datang, dan untuk menawarkan berkat dari kebesaran kasih Allah.�

Peran apakah yang Anda mainkan di dalam cerita keluarga Anda? Apakah Anda membutuhkan keberanian untuk bertobat dan memohon pengampunan? Atau apakah Anda membutuhkan belas kasihan untuk memberikan pengampunan?

Allah telah memberikan kepada anak-anak-Nya �pelayanan pendamaian�. Sekarang adalah waktu untuk memulainya.

Sikap yang benar terhadap keluarga dimulai dengan sikap yang benar terhadap Allah.
Read more »

Renungan Harian: Makna Kepuasan dan Kebahagiaan

Bacaan: Mazmur 107 :1-7


Yang punya I-Phone merasa BlackBerry lebih efisien.
Yang punya BlackBerry merasa I-Phone lebih canggih dan keren.

Yang Punya Accord merasa Camry lebih Sportif.
Yang Punya Camry merasa Accord lebih Gagah.

Yang tinggal di Gunung merindukan Pantai.
Yang di Pantai merindukan Gunung.

Di musim Panas merindukan musim dingin.
Di musim Dingin merindukan musim Panas.

Yang berambut Hitam mengagumi yang Pirang.
Yang berambut Pirang mengagumi yang Hitam.

Selagi Bujangan ingin Berumah tangga.
Setelah Berumah tangga ingin Hidup Lajang.

Diam di Rumah merindukan Bepergian.
Setelah Bepergian merindukan Rumah.

Waktu Tenang mencari Keramaian.
Waktu Ramai mencari Ketenangan.

Punya anak 1 mendambakan banyak.
Punya banyak anak mendambakan 1.

Hidup selalu TERBUNGKUS oleh banyak lapisan. Kita hanya melihat lapisan luar dan tidak tahu isi dalamnya. 

Kita hanya melihat, Wah�. pengusaha itu hebat, rumahnya besar, mobilnya mewah, hidupnya bahagia sekali. Padahal mungkin dia lagi stress dan hidupnya penuh hutang, kerja keras hanya untuk bayar bunga pinjaman, semua asetnya sudah jadi milik bank.

Lihat tetangga yang anaknya sudah besar-besar semua, bapak ibunya sudah boleh santai dan tenang, mereka pasti bahagia, namun kenyataannya orang tua mereka mungkin tak pernah bisa tidur nyenyak, anak-anaknya tak berbakti, suka judi dan narkoba.

Kita selalu tertipu oleh keindahan di luar dan tidak tahu realita yg di dalam. Sesungguhnya semua keluarga punya masalah. Semua orang punya cerita duka. Begitulah hakekat hidup.
Jangan mengeluh karena masalah. Hayatilah makna di balik semua masalah, maka semua masalah akan membuat hidup menjadi bermakna! Apapun masalah itu kita harus selalu bersyukur apa yg telah kita dapati dan kita harus berani menjalani dan menghadapinya. Nikmati yang ada sebagai berkat terindah & selalulah bersyukur.

Itulah KEBAHAGIAAN SEJATI
Read more »

Selasa, 28 Juni 2011

Renungan Harian: Hati Yang Berhikmat Lebih Bernilai Dari Kekayaan

Bacaan 1 Raja-Raja 10 : 1-13
Masa ini terjadi sekitar pada abad ke enam Sebelum Masehi. Pada masa ini belum ada suatu jaringan alat komunikasi dalam bentuk apapun. Setiap berita yang beredar itu hanya berlangsung dari mulut ke mulut saja. Berita tentang raja Salomo yang bijaksana yang melayani Allah yang berkuasa ini terdengar dan sampai juga kepada ratu negeri Syeba di daerah Arab Selatan yang jaraknya sangat jauh, yaitu sekitar 1.200 mil letaknya ke arah selatan Yerusalem.

Berita tentang raja Salomo yang begitu bijaksana dan tentang Allah yang disembah oleh Salomo itu menarik perhatian ratu Syeba. Tidak puas hanya mendengar berita tentang raja Salomo yang bijaksana itu maka ia berketetapan ingin datang berkunjung kepada raja Salomo untuk dapat melihat langsung dan menyaksikakannya sendiri semua berita yang telah ia dengar tersebut.

Waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan sejauh 1200 mil itu adalah sekitar 60 hari, kurang lebih selama 2 bulan. Perjalanan panjang yang harus ditempuh ini bukanlah menjadi penghalang bagi ratu Syeba karena hatinya sangat merindukan hikmat. Melalui kisah ratu Syeba ini kita dapat belajar mengenai betapa berharganya nilai dari hati yang memilki hikmat, nilainya melebihi kekayaan materi, bahkan emas dan permata.

Untuk memiliki hati yang berhikmat, Ratu Syeba menempuh tujuh langkah berikut, yaitu:

1. Rindu Mendengar Hikmat
Ia telah mendengar kabar tentang raja Salomo yang berhubungan dengan nama Tuhan, informasi yang telah ia dengar itu sangat menarik perhatiannya sehingga ia mau datang berkunjung ke istana raja Salomo dan hendak mengujinya dengan teka-teki, (ayat 1). Pada masa itu Ratu Syeba juga dikenal karena kecantikannya, kekayaan dan kebesarannya yang sangat legendaris. Tampaknya Ratu Syeba sudah memiliki segalanya, tetapi Ratu Syeba menyadari bahwa semua yang ia miliki itu belum berarti dan bernilai baginya. Ia belum merasa puas dengan apa yang telah ia peroleh dan yang telah dilakukannya sebagai seorang ratu, karena itu hatinya sangat merindukan hikmat.
Apa yang didengarnya tentang raja Salomo adalah suatu hal yang belum ia ketahui dan perbuat, itu sangat menarik perhatiannya untuk dapat ia miliki. �Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh Tuhan�, Amsal 20:12. � Sekalipun ada emas dan permata banyak, tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan�, Amsal 20:15.

2. Ia Datang dengan Rela Berkorban
Ratu Syeba datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal, (ayat 2). Perjalanan dari Arab Selatan menuju Yerusalem dengan membawa rombongan unta untuk melintasi padang pasir sejauh 1200 mil, harus ditepuhnya selama kurang lebih 2 bulan dan dengan biaya yang besar. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah bagi ratu Syeba untuk datang dan melihat sendiri segala kebijaksanaan raja Salomo yang telah didengarnya. Dengan keingintahuan yang sangat tinggi dan kehausannya untuk mencari hikmat ratu Syeba merelakan dirinya untuk menempuh sendiri perjalanan itu.
Persiapan yang matang dilakukan, untuk meninggalkan istananya sendiri dalam waktu yang cukup lama itu, ia harus mengatur segala sesuatu pelaksanaan tugas di istananya dengan baik. Ratu ini juga mempersiapkan perjalanannya dengan pasukan pengiring yang sangat besar, para pelayanan dan dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal serta kayu-kayu cendana yang berkualitas terbaik.
Bagi ratu Syeba, hikmat yang hendak ingin diperolehnya itu adalah sebuah kekayaan yang termahal, bagi dirinya tidak akan ada usaha dan pengorbanan yang sia-sia untuk pencarian dan untuk memperoleh hikmat. Ia rela menghabiskan apapun juga untuk memperoleh kekayaan hikmat yang tak ternilai harganya. Bersama pasukan pengiringnya ia menempuh perjalanan melintasi padang pasir sekitar 2 bulan lamanya. Sekalipun lama perjalanan itu, sekalipun melelahkan, ratu ini telah siap menempuhnya. Ia melakukan pencarian ini bukan untuk sebuah kesenangan yang fana, tetapi untuk suatu tujuan yaitu mencari hikmat yang sejati. � Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas �, Amsal 16:16.

3. Belajar dari Orang yang Bijaksana
Sejumlah pertanyaan tentang kehidupan dan Tuhan telah disiapkan oleh ratu Syeba, supaya dapat ditanyakan langsung ketika ia berbincang-bincang dengan raja Salomo. Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu, (ayat 3). Semua pertanyaannya yang sulit telah dijawab oleh raja Salomo dan tentu tidak ada hal yang sukar bagi raja Salomo. Semua jawaban-jawaban yang diberikan Salomo itu disimak, diperhatikan dan didengarkan oleh ratu Syeba dengan baik. Ratu ini mau belajar dari orang yang paling bijaksana pada masa itu. Belajar tentang hikmat Tuhan yang dimiliki Salomo itu tidak melelahkan ratu ini, sebab ratu sangat menginginkannya. Ratu berbahagia mendapatkan hikmat-hikmat yang belum ia ketahui dan miliki.

4. Melihat Melebihi Apa yang Didengar
Selain mendengarkan semua perkataan hikmat dari raja Salomo, ratu Syeba juga dapat melihat semua hal tetang kehidupan raja itu. Dengan melihatnya sendiri iapun memahami akan hikmat yang telah ia dengar itu. Melihat segala hikmat Salomo, dan istananya, makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayanannya melayani dan berpakaian, minumannnya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah Tuhan, maka tercenganglah ratu itu, (ayat 4,5). Ratu Syeba benar-benar terpesona memperhatikan semua itu dan ia sangat bergembira dapat menyaksikan semuanya, sungguh sebagai suatu kehormatan baginya dapat melihatnya sendiri.
Ratu Syeba mempercayai serta membenarkan semua hal tentang berita yang telah ia dengar tentang hikmat Salomo yang memimpin dengan keadilan dan kebenaran itu. Dan ia berkata kepada raja: �Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar, (ayat 6,7).
Mata ratu Syeba terbuka, ia menyaksikan semua hikmat itu, tidak ada usaha yang sia-sia, baginya semua hal yang dilihatnya itu adalah sebuah harta yang sungguh mahal harganya, yang tidak ternilai. Diluar dugaan dan pikirannya tentang semua yang ia telah dengar tentang Salomo. Ternyata, yang ia lihat itu adalah jauh melebihi dari semua yang ia telah dengarkan. Bukan cuma sekedar cerita saja tetapi hikmat itu nyata, menjadi kenyataan yang dapat dilihat oleh ratu sendiri.

5. Berbahagia karena Memperoleh Hikmat
Betapa menyenangkan hati ratu Syeba dapat melihat sendiri hikmat Salomo itu. Bertemu dan berbincang-bincang dengan raja Salomo serta melihat semua yang ia dengar itu, walaupun hanya dalam beberapa waktu telah membuat ratu Syeba bergembira. Luapan kegembiraannnya itu diungkapkannya dengan perkataannnya kepada raja Salomo. �Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan meyaksikan hikmatmu!, (ayat 8).
Ratu Syeba dapat merasakan kebahagiaan itu bila hidup dalam hikmat Tuhan yang dimiliki Salomo. Suatu kebahagiaan yang belum pernah ia terima sebelumnya telah dirasakannya kini karena telah memperoleh hikmat, kebahagiaan itu melampaui kebahagiaannya dalam memperoleh harta, emas dan permata. Ratu Syeba terkenal dengan kekayaaannya, diatas kekayaan yang ia miliki itu ia menyatakan bahwa memperoleh hikmat itu lebih bernilai dari apapun maka itu ia mengatakan alangkah bahagianya orang yang memperoleh hikmat.
Berbahagialah orang yang mendapatkan hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga daripada permata, apapun yang kau inginkan, tidak dapat menyamainya�, Amsal 3: 13-15.

6. Memuji Tuhan
Apa yang dimiliki oleh raja Salomo itu bukanlah pengetahuan manusia, bukan pula kepintaran manusia, tetapi segala hal yang dipunyai oleh Salomo itu adalah berasal dari Tuhan. Allah telah memberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian itu kepada Salomo. Salomo memulai masa pemerintahannya dengan iman dan kasihnya kepada Allah. Salomo telah berdoa memohon hikmat dan hati yang paham, dan Allah berkenan dengan permohonannya ini serta mengabulkannya. Bahkan apa yang tidak diminta Salomo pun Tuhan berikan yaitu kekayaan dan kemuliaan. Menyaksikan sendiri hikmat yang dimiliki Salomo itu maka ratu Syebapun memuji Tuhan.
Terpujilah Tuhan, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel!�, (ayat 9a).

7. Bersyukur Memperoleh Hikmat Tuhan
Raja Salomo telah memberikan semua hikmat yang dikehendaki dan yang diminta oleh ratu Syeba. Bagi ratu Syeba tidak ada seorang yang begitu bijaksana dan tidak ada Allah yang begitu terkenal seperti yang disembah oleh raja Salomo. Sebelum kembali pulang ratu Syeba memberikan begitu banyak hartanya yang telah dipersiapkannya kepada Salomo karena ia telah memperoleh kekayaan hikmat yang tidak ternilai itu. Kita mungkin sulit membayangkan kekayaan yang dimiliki oleh ratu Syeba, sebab wanita yang termasyhur ini dapat memberikan begitu banyak harta yang sungguh bernilai tinggi kepada raja Salomo, berupa emas, batu permata, rempah-rempah, dan kayu cendana dalam jumlah yang tidak pernah terdengar. Sebuah pemberian yang sangat besar dan Alkitab mencatat pada ayat 10-12 di atas, bahwa dengan pemberian ratu Syeba tersebut, raja Salomo mengerjakan kayu-kayu itu menjadi langkah untuk rumah Tuhan, istana raja dan juga untuk menjadi kecapi dan gambus. Itu berarti pemberian ratu Syeba kepada Salomo sangatlah besar jumlahnya.
Bagi ratu Syeba, semua pemberian itu, telah melebihi dari apa yang diperoleh, yaitu kini ia memiliki pengenalan yang sejati akan Allah dan hikmat yang menyertainya. Dan tidak ada harga yang dapat menyamai pengenalan akan Tuhan, karena �Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian�, Amsal 9:10.
Melimpahnya harta-harta yang diberikannya kepada Salomo tidak bisa menandingi hikmat dan pengertian yang baru didapatkannya akan Allah. Ia bersyukur atas hikmat yang tak ternilai harganya. Ia kembali pulang ke negerinya melintasi padang pasir sejauh 1200 mil itu dengan membawa harta pusaka yang tak ternilai yaitu hati yang berhikmat, dan ia sudah dipenuhi oleh pengenalan akan Allah.

Menyenangkan bila kita melakukan perjalanan pencarian hikmat seperti yang ratu Syeba lakukan. Kita patut bersyukur dan memuji Tuhan sebab Ratu Syeba telah menunjukkan kepada kita betapa berharga dan mahalnya nilai hikmat itu. Hikmat itu lebih bernilai dari apapun juga. Untuk memperoleh hikmat kita harus memiliki kerinduan untuk mendengar hikmat, mencari hikmat dengan rela berkorban, mau belajar, melihat dan mengalami sendiri akan hikmat Tuhan, memperoleh kebahagiaan karena hikmat, dan memuji Tuhan serta bersyukur atas hikmat yang telah disediakan bagi kita. Ratu Syeba layak menerima penghargaan, dan Yesus sendiri memuji ratu dari selatan ini dengan semua langkah yang telah ditempuhnya untuk memperoleh hikmat itu. �Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan yang sesungguhnya yang ada disini lebih dari pada Salomo�, Matius 12:42.

*courtesy of PelitaHidup.com

Mendapatkan hikmat itu memang tidak gampang sebab hanya akan diperoleh oleh mereka yang dengan tekun mencarinya dan yang bersedia membayar harganya. Hubungan pribadi dengan Allah adalah langkah awal yang harus dilakukan dalam memperoleh hikmat sejati. Kita dapat menerima hikmat dengan menghampiri Allah dan memohonnya dengan iman. �Tetapi apabila diantara kamu ada yang kekurangan hikmat , hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya�, Yakobus 1:5.

Hidup pada zaman ini semuanya serba instan, kita hidup dalam masyarakat yang tergesa-gesa, bahkan manusia cenderung menginginkan segala sesuatu tanpa usaha. Menghadapi berbagai macam tantangan dan tekanan hidup yang begitu kompleks, kita sangat memerlukan hikmat Tuhan, supaya dapat menghadapi setiap persoalan itu dengan baik dan tidak menjauhkan kita dari kasih Tuhan dan berkatNya. Kita perlu cerdas secara intelektual dan cerdas secara spiritual.

*courtesy of PelitaHidup.com

�Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian�, Amsal 2: 6.
Apakah kita telah berusaha untuk mengambil waktu setiap hari untuk memperoleh hikmat, dengan membaca Firman Tuhan. Firman Tuhan yang dapat memberikan hikmat kepada kita. Apakah kita bersedia juga membayar harga untuk membaca buku/situs rohani, mengikuti pelatihan/seminar rohani yang dapat membantu membuat kita menjadi bijaksana dalam jalan Allah?
.
�Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, mengenal yang Mahakudus adalah pengertian�,
Amsal 9:10.

�Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu, kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau, supaya engkau terlepas dari jalan orang jahat , dari orang yang mengucapkan tipu muslihat,
Amsal 2 :10-12.

�Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat�,
Wahyu 1:3.
Read more »

Senin, 27 Juni 2011

Renungan Harian: Kristen Make-Up

Amsal 31:30
�Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.�
 

Seorang wanita agar terlihat cantik di depan orang banyak maka ia akan berdandan. Ia akan me-make-up wajahnya dengan alat-alat kecantikan yang ia telah beli dari toko kecantikan tertentu. Pada satu sisi tujuan dari wanita merias wajah adalah baik, tetapi di satu sisi yang lain ada hal kurang baiknya.

Bagi yang terbiasa berdandan, ia tidak akan percaya diri dengan wajahnya yang tanpa make-up sehingga begitu keluar dari rumah maka wajahnya akan penuh dengan warna. Tidak jarang, untuk menipu wajah mereka yang sedang ditumbuhi jerawat maka mereka akan menebalkan riasan wajah agar tidak terlalu kentara dilihat orang.

Orang-orang Kristen sekarang ini cukup banyak yang berlaku layaknya seperti wanita yang me-make-up wajahnya. Agar terlihat orang lain sebagai pengikut Kristus yang taat dan baik, ia memoles habis-habisan sisi penampilan luarnya. Berpakaian rapi dan sopan, wangi, selalu melemparkan senyum kepada orang lain, dan hal-hal baik lainnya.

Jika boleh jujur, Allah tidak terlalu mementingkan semua itu. Dari Alkitab perjanjian lama sampai perjanjian baru diketahui bahwa Allah hanya concern dengan apa yang ada di dalam diri manusia. Bahkan saat Tuhan Yesus datang ke dunia dan melihat hidup ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sepertinya saleh ketika itu, Dia justru memberikan kecaman kepada mereka.

Berpenampilan menarik dan simpatik di depan orang yang kita temui sebenarnya tidak salah, tetapi alangkah lebih baik jika kita lebih memfokuskan diri kepada apa yang dalam diri kita. Implikasinya, ketika kita melakukan apapun di depan orang lain maka apa yang kita lakukan itu benar-benar jujur, apa adanya.

Saat kita tersenyum kepada orang lain maka senyum yang kita lemparkan kepada orang lain itu adalah senyum yang berasal dari dalam hati kita. Saat kita memberikan semangat kepada orang yang sedang dalam putus asa, kata-kata yang kita keluarkan adalah kata-kata yang benar tulus dari dalam diri kita.

Jika ada diantara Anda saat ini yang masih menjadi Kristen make-up, berhentilah sekarang juga! Jadilah pribadi yang jujur kepada Allah dan sesama manusia karena sesungguhnya inilah kerinduan hati-Nya kepada setiap kita, anak-anak yang dikasihi-Nya.
Dari segala yang Allah lihat pada manusia, Dia lebih tertarik dengan hatinya, bukan yang lain.
Read more »

Minggu, 26 Juni 2011

Masalah seputar Natal dan Paskah Kristen

Apakah ada masalah seputar perayaan Natal dan paskah di Kristen? Tentu, bahkan sangat pelik. Jadi kita bahas mulai dari natal dulu ya, nanti baru kita masuk ke paskah.Natal adalah peringatan akan kelahiran Yesus Kristus. Ada dua masalah besar untuk natal:
  • Pertama: Tidak ada perintah merayakannya dan 25 Desember bukanlah kelahiran Yesus Kristus yang sebenarnya.
  • Kedua: Kronologis kelahiran Yesus Kristus dikatakan bertentangan dengan data dan fakta sejarah
Benarkah?
Mari kita lihat satu persatu. Bahwa 25 Desember memang bukan tanggal kelahiran Kristus itu mungkin 100% benar; dan bahwa tidak ada perintah di Alkitab untuk merayakannya itu 100% benar. Lalu apakah itu menjadi masalah? Bagi saya pribadi itu bukanlah masalah sama sekali. Sejarah mencatat bahwa 25 desember itu sebenarnya adalah konversi dari hari raya agama paganisme dewa matahari. Bangsa Yunani merayakan tanggal 25 desember sebagai hari raya dewa matahari, karena pada tanggal itulah matahari bersinar paling lama di Yunani. Atas dasar pemahaman itulah mereka beranggapan untuk mengadakan festival "Kelahiran Matahari yang tak terkalahkan".

Kenapa bisa menjadi hari raya di Kristen? Hal itu karena pada perkembangan awal kekristenan, para rasul masuk ke bangsa yang sudah lebih dulu menganut paganisme. Inti dari ajaran para rasul pada saat itu adalah untuk menyatakan bahwa tidak ada TUHAN selain yang telah menebus manusia dalam kematian Yesus Kristus. Berkat pertolongan Roh Kudus para rasul sanggup mengadakan banyak "mukjizat" sehingga perlahan-lahan bangsa paganisme mulai melihat bahwa TUHAN yang hidup ada di dalam ajaran para rasul. Untuk melihat bukti-bukti bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN silahkan baca artikel Yesus Kristus adalah TUHAN.

Singkat kata, pemahaman mereka berubah menjadi "Yang namanya dewa matahari itu tidak ada, TUHAN yang sejati adalah Yesus Kristus". Maka digusurlah posisi dewa matahari. Bangsa pagan itu beralih menjadi pengikut Kristus. Hari raya "Kelahiran Dewa Matahari" menjadi Hari Raya "Kelahiran Yesus Kristus". Ide dasarnya sebenarnya sederhana, Oleh karena Yesus Kristus mati pada tanggal 25 Maret versi kalender Roma, maka untuk menentukan kelahiranNya, para tua-tua Kristen dulu menambahkan 9 bulan (katanya sih lama bayi dalam kandungan) maka jadilah 25 desember. Hanya saja, bagi saya pribadi versi ini terlalu dibuat-buat, dan iman saya bukan iman yang bergantung pada penghiburan yang dibuat-buat.

Jadi sebenarnya Natal lebih baik disikapi sebagai tradisi gereja, yang besyukur atas lahirnya Yesus Kristus yang menebus dosa manusia. Tentu saja yang dirayakan kelahiranNya bukanlah sisi Ilahi Yesus Kristus, karena TUHAN tidak mungkin baru lahir 2000 tahun lalu. Sisi Ilahi Yesus Kristus sudah ada sejak dahulu kala seperti yang dituliskan oleh Mikha 5:1. Jadi natal itu lebih kepada perasaan syukur atas datangNya anak domba TUHAN yang akan menebus kita. Lalu apakah jadi masalah jika peringatan kelahirannya tidak tepat pada tanggal lahirnya?

Saya rasa tidak ada masalah sama sekali. Setiap hari adalah berkat dari TUHAN dan semuanya adalah baik. Ada yang mau bersyukur atas kelahiran Yesus tanggal 20 Mei juga boleh, bahkan seharusnya bisa setiap hari....biar sukacita terasa setiap hari. Tanggal saat ini pun adalah tanggal perhitungan Gregorian, memangnya kenapa TUHAN harus senang jika kelahiran Yesus Kristus dirayakan tepat menurut perhitungan manusia? Siapa si pembuat kalender hingga TUHAN begitu senang jika dirayakan menurut perhitungan kalendernya? Perayaan natal adalah inisiatif manusia untuk mengekspresikan rasa syukurnya pada TUHAN. TUHAN tidak memerintahkan hal ini, dan tidak pula melarangnya. Manusia diberi kebebasan untuk mengekspresikan kasihnya pada TUHAN saat Dia berfirman "Kasihilah TUHAN-mu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu." Selama hal itu untuk mengekspresikan kasih kita kepada TUHAN, maka tidak akan ada masalah.

Mengenai konversi hari raya dewa matahari menjadi natal, sebaiknya kita terima saja itu sebagai kemenangan Kristus atas berhala-berhala dunia ini. Memang saat ini masih banyak berhala lainnya, namun tidak lama lagi kemenangan mutlak itu akan dinyatakan pada akhir zaman. Jika pun itu menjadi strategi penginjilan para rasul pada masa itu, maka itu sama sekali bukan masalah. Jangan sampai tradisi manusia menjadi penghalang manusia untuk datang kepada Yesus Kristus. TUHAN kita adalah TUHAN yang universal, menaklukkan banyak berhala pada berbagai kebudayaan dan tunduk di bawah nama-Nya. Memang banyak saudara di Islam bertanya, kenapa kalian menyembah pohon natal? Hehe...kata siapa? Itu cuma seperti icon hari raya, seperti ketupat yang tidak pernah diatur dalam kitab tetapi selalu ada. Kalau pohonnya sudah dipake ya disimpan di kolong lagi. Tidak lebih dari aksesoris hari raya.

Masalah terbesar bukanlah kenapa 25 Desember bisa menjadi hari raya natal. Kisah dibalik hari raya natal itu sendiri lebih penting. Banyak pihak yang mau membuktikan bahwa kisah kelahiran Yesus Kristus saling bantah membantah antara kitab injil. Benarkah?

Banyak yang mengatakan inilah faktor kesalahan itu....
  • Yesus lahir di zaman Herodes Agung tapi Lukas mengatakan itu terjadi saat sensus pertama Kirenius. Sejarah mencatat sensus pertama Kirenius tercatat tahun 6 masehi, padahal Herodes Agung wafat pada 4 SM. Berarti ada kesalahan?
  • Dikatakan Iudea menjadi propinsi Roma pada tahun 6 Masehi, jadi kejadian Yesus Kristus diburu oleh Herodes Agung adalah sebuah kesalahan karena Herodes sudah wafat 10 tahun sebelumnya?
Benarkah? Baiklah inilah bantahan saya.....
Ada sebuah batu nisan yang dikenal sebagai Lapis Venetus. Pada batu itu tertulis bahwa Quintus Aemelius Secundus diperintahkan oleh Kirenius untuk melakukan sensus. Sayangnya banyak orang Kristen memakai bukti ini sebagai alat untuk membela diri. Hehehe...mudah-mudahan saudara-saudara di Islam tidak mengira saya juga mau memakai bukti yang salah ini. Sudah jelas batu itu adalah nisan dari Secundus, artinya dibuat saat dia mati, trus di batu itu juga dituliskan Kirenius berpangkat Legate yang artinya perintah diturunkan pada 6 Masehi. Jelas ini akan menjadi pembelaan palsu yang tidak perlu dipaksakan.... Tanpa ini pun saya dapat membuktikan bahwa Lukas tidak berbuat kesalahan di dalam injil yang ditulisnya....

Fakta 1: Yahudi dijajah Roma bukan pada 6 Masehi, tapi sejak 63 sebelum Masehi. Silahkan baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Timeline_of_Jewish_history ===> Berikut kutipannya: 63 BCE The Romans intervene in the civil war in Judea, which becomes a Roman province. Jadi yang mengatakan Yudea baru bergabung ke Roma pada 6 Masehi adalah fakta yang salah. Entah dipaksakan karena ketidaktahuan, atau karena memang berdusta secara sadar. Bagi saya itu tidak penting, itu perkaranya pribadi dengan TUHAN di kemudian hari.

Fakta 2: Sejak takluk di bawah Roma, bangsa Yahudi sudah membayar pajak. Sejarahwan Yahudi bernama Josephus mencatat ini di buku sejarah Yahudi pada abad pertama. Pada Antiquities buku ke XIV yang menceritakan Antipater orang Idumaea ayah dari Herodes yang agung. Tapi sebelumnya kita perjelas dulu status dari Antipater. Dikatakan; Antipater I the Idumaean (died 43 BC) was the founder of the Herodian Dynasty and father of Herod the Great. Linknya di http://en.wikipedia.org/wiki/Antipater_the_Idumaean ===> Josephus mencatat bahwa saat itu bangsa Yahudi sudah membayar pajak ke Roma; Silahkan dibaca.... As the war that arose upon the death of Caesar was now begun, and the principal men were all gone, some one way, and some another, to raise armies, Cassius came from Rome into Syria, in order to receive the [army that lay in the] camp at Apamia; and having raised the siege, he brought over both Bassus and Marcus to his party. He then went over the cities, and got together weapons and soldiers, and laid great taxes upon those cities; and he chiefly oppressed Judea, and exacted of it seven hundred talents: but Antipater, when he saw the state to be in so great consternation and disorder, he divided the collection of that sum, and appointed his two sons to gather it;
Jadi sejak bapaknya Herodes Agung, yaitu si Antipater, bangsa Yahudi sudah membayar pajak kepada bangsa Roma

Fakta 3: Mereka salah memahami kata Gubernur bagi Kirenius. Gubernur di sini bukan mengacu kepada suatu jabatan khusus di Roma. Kata itu lebih mengacu kepada "Orang yang memerintah". Bisa anda lihat bahwa Lukas juga menggunakan kata Gubernur buat Pontius Pilatus? Lukas 3:1 Now in the fifteenth year of the reign of Tiberius Caesar, Pontius Pilate being governor of Judaea.... Apakah jabatan Pilatus sebenarnya? Ternyata dia adalah seorang Prefect yaitu seorang kepala prefektur di wilayah di Yudea. Jadi Pilatus adalah Gubernur/Pemegang Kuasa Pemerintah untuk wilayah Prefectur Yudea, mungkin untuk bidang keamanan. Lalu bagaimana dengan Kirenius? Ternyata pada 12 SM Kirenius sudah menjadi seorang konsul, jabatan tertinggi di sipil dan militer untuk pemerintahan Roma. Jadi Kirenius adalah Gubernur/Pemegang Kuasa Pemerintahan untuk semua wilayah kekuasaan Roma termasuk Syria. Syria sendiri adalah sebuah wilayah yang jauh lebih luas dari sebuah prefectur Yudea. Sebagai seorang Consul; Kirenius membawahi begitu banyak orang seperti Pilatus. Jadi jangan salah paham dengan istilah governor, itu cuma untuk menyatakan orang yang paling berkuasa pada suatu wilayah, dan sama sekali bukan pangkat atau jabatan. Kata itu ditulis sebagai ?e�??e???t?? yang artinya to command atau to govern, yang artinya "memerintah"....jadi sama sekali bukan mengacu pada jabatan. Yang satu seorang prefect dan satu seorang consul, tapi keduanya dinyatakan sebagai yang memerintah pada wilayah tertentu, dan itu sudah amat sangat tepat sekali.
Silahkan baca "In 12 BC he was named consul, a sign that he enjoyed the favour of Augustus."

Fakta 4: Pajak di Roma ditarik setiap siklus 14-17 tahun sekali. Kenapa ada rentang waktu? Karena jeda untuk tarik pajak adalah 14 tahun, sedangkan jeda untuk sensus adalah sekitar 2 tahun. Jika Sejarah mencatat bahwa sensus pertama sejak Kirenius menjadi seorang Legate di wilayah Yudea terjadi pada 6 Masehi. Maka sensus pertama dalam masa karir Kirenius sebagai pemegang Kuasa di Syria seharusnya terjadi 16 tahun sebelumnya (14 tahun jeda pajak + 2 tahun jeda sensus). Dengan demikian sensus pertama sejak Kirenius menjadi pemegang kuasa tertinggi di Syria (seorang Consul) seharusnya terjadi pada 10 SM (2 tahun setelah jabatannya sebagai Consul). Jadi sensus ini dimulai saat Kirenius masih sebagai konsul (ingat bahwa Yahudi sudah kena pajak sejak 6 dekade sebelum Masehi)

Fakta 5: Maria dan Yusuf pegi ke Betlehem dan kota itu begitu padat. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa mereka ke kota itu mendekati deadline. Mungkin hal ini dikarenakan bangsa Yahudi benci dengan bangsa pagan yang menjajah mereka. Jadi mungkin sekali pendaftaran itu terjadi pada 8 SM.

Fakta 6. Ada bintang terang yang menuntun orang majus, menurut para ahli perbintangan, hanya ada satu kejadian yang bisa memungkinkan itu terjadi, yaitu konjungsi planet-planet yang menjadi bintang terang pada 7 SM. "Bintang" ini menampakkan diri 3 kali dan berpindah tempat. Dengan demikian masuk akal kenapa bintang ini bisa menuntun orang majus dan juga kenapa orang majus tidak menemui Yesus di kandang lagi, melainkan sudah dalam sebuah kamar. Masuk akal juga kenapa Herodes Agung membunuh anak berusia 2 tahun ke bawah; semua itu dikarenakan Yesus bukanlah bayi yang baru lahir.
Silahkan baca "The so-called "Star of Bethlehem" � thought to have appeared c. 7 BC � was theorized to be a greatest conjunction; "

Fakta 6: Herodes mati pada 4SM, itu berarti usia Yesus berkisar 3-4 tahun.

Jadi tidak ada fakta yang bertentangan antara Lukas dan Sejarah. Oknum dari Islam saja yang mungkin cuma mau melihat fakta secara parsial, sehingga dia mengatakan Yudea baru dijajah Roma pada 6 masehi, padahal penjajahan sudah sejak 60-an SM. Dia juga mengatakan pajak pertama kali ditarik pada 6 SM padahal Josephus sejarahwan Yahudi mengatakan sudah sejak dekade ke 6 SM pajak diberlakukan bagi bangsa Yahudi. Dia juga mengatakan Kirenius menjadi pemerintah Yudea pada 6SM, padahal Kirenius sudah menjadi Consul pemimpin tertinggi untuk wilayah Siria pada 12 SM. Jadi tidak ada yang salah dengan Lukas 2:2 yang mengatakan Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.

Apakah masalah selesai? Belum, Lukas 3:1 menimbulkan masalah baru....
dikatakan dalam Lukas 3:1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,....
Lukas 3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,...

Tiberius sendiri menjadi Kaisar pada 14 masehi, jadi tahun ke 15-nya pasti jatuh pada 29 masehi. Jika Yesus berumur 30 pada saat itu, maka itu berarti Yesus seharusnya lahir 1-2 SM. Tepatnya 2-3 tahun setelah kematian Herodes. Ini bertentangan dengan fakta kita tadi bahwa Yesus lahir sekitar 8 SM. Apakah Lukas berbuat kesalahan? Rasanya tidak; Lukas berkata "Ia berumur kira-kira tigapuluh tahun". Dalam bahasa aslinya tiga puluh dituliskan sebagai t??????ta yang dalam versi modern greek adalah t????ta. Anda harus paham bahwa bahasa Yunani tidak membedakan terjemahan untuk tiga puluh dan tiga puluhan. Berbeda dengan bahasa Inggris yang dengan jelas membedakan thirty dan thirties. Jadi jika ayat itu diterjemahkan juga bisa saja berbunyi: Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluhan tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,...
Bisa anda baca? Ayat ini sah saja jika hendak dibahasakan sebagai umur tiga puluhan tahun. Jika Yesus benar lahir 8 SM, maka umurnya seharusnya 36-37, masih dapatkah dikatakan sebagai usia tiga puluhan? Tentu saja, jadi tidak ada masalah bagi saya buat kasus ini. Apalagi pada ayat itu Lukas menggunakan kata hosei yang artinya "about" atau "kira-kira" atau "kurang lebih". Penggunaan kata ini menunjukkan Lukas tidak mengetahui usia tepat dari Yesus Kristus. Ia hanya memberi perkiraan itu.

Kenapa Lukas tidak menyatakan saja usianya? Hal itu sangat mungkin dikarenakan TUHAN membiarkan kitab Lukas sebagai kitab yang dominan hasil investigasi Lukas sebagai manusia. Lukas sangat mungkin mengalami kebingungan menentukan usia tepat dari Yesus saat memulai pelayanannya. Oleh karena itu dinyatakannya sebagai sekitar tiga puluh tahun alias tigapuluhan tahun. Jadi apakah kitab Lukas adalah hasil karya manusia dan tidak bisa dikatakan sebagai Firman TUHAN? Tentu saja Lukas adalah Firman TUHAN, bahkan kehadirannya yang membuat keseluruhan injil menjadi satu rangkaian kesaksian yang luar biasa kuatnya. Tentang ini akan saya bahas di artikel KENAPA LUKAS DAN PAULUS PENTING?

Sekarang kita bahas mengenai Kronologis Paskah.....
Tapi sebelum mengetahui latar belakang paskah Kristen kita harus mengetahui latar belakang paskah Yahudi. Paskah Yahudi dirayakan dari 14 Nisan hingga 22 Nisan.
  • 14 Nisan dirayakan sebagai peringatan hari kematian anak sulung bangsa Mesir
  • 15 Nisan diperingati sebagai "kaburnya" bangsa Israel. Saya memakai istilah kabur karena mereka benar-benar terburu-buru. Mereka menjarah harta, dan membawa bahan makanan hanya roti. Itupun tidak mereka tunggu sampai mengembang, makanya mereka makan roti tidak mengembang selama seminggu pelariannya.
  • 21-22 adalah hari kelepasan mereka dari pengejaran bangsa Mesir. Akhir dari pengejaran itu adalah pesta bangsa Israel. Ini bisa anda baca di kejadian15:19-20 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut. Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.
Jadi hari raya paskah bisa dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu paskah dan festival roti tidak beragi selama 7 hari. Bukankah anda bisa merasakan sesuatu di sini? Sebuah pertanda yang tersembunyi namun sangat terang benderang bagi yang membaca Firman TUHAN?
  • Kematian anak sulung menjadi tumbal untuk kelepasan umat-Nya.
  • Lalu umatnya yang dilepas itu harus memakan roti tidak beragi selama perjalanan. Ragi sudah lama menjadi simbol dari dosa saat Yesus mengatakan "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki." Kenapa ragi? "Ragi berfungsi sebagai pembusuk atau fermentasi adonan" sedikit ragi saja bisa mengkhamirkan seluruh adonan. Dengan demikian ragi sangat sesuai untuk sebagai simbol dosa. Jadi setelah kelepasan dari belenggu maut, manusia jangan melakukan dosa
  • Bangsa Israel terus saja dikejar oleh tentara mesir.... ini menjadi simbol bahwa manusia yang sudah ditebus sekalipun tetap dalam pengejaran anak buah kerajaan maut, untuk menjatuhkan kita....jadi teruslah berlari dari dosa.
  • Bangsa Israel dihalau oleh laut teberau sehingga mustahil untuk lolos dari tentara mesir...namun TUHAN menolong dengan membelah laut merah. Ini sama saja dengan manusia yang terhalau oleh kedagingannya dan mustahil mencapai keselamatan dengan upayanya sendiri, namun TUHAN akan memampukan dan memberi pertolongan yang luar biasa.
  • Bangsa Israel berpesta dan memuji TUHAN saat sampai ke seberang. Ini menjadi simbol bahwa kita dapat berpesta setelah sampai di rumah Bapa? Tapi sekarang maut masih mengejar dan jangan "memakan" dosa.
Nah dari sini kita sudah bisa mulai mempelajari kronologis kejadian paskah pada masa Yesus Kristus disalibkan..... 

bersambung :D













Read more »

Sabtu, 25 Juni 2011

Renungan Harian: Ibadah yang Berkenan Kepada Tuhan

Yesaya 1:1-20
Nats: Yesaya 1: 13a
"Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku."
 
Ibadah kepada Tuhan menjadi tidak berkenan kepada-Nya, ketika ibadah bukanlah ekspresi dari penghormatan, kasih dan ketundukan kita kepada Tuhan.
 
Perkataan Tuhan tentang bangsa Israel amat mengejutkan, "Mereka memberontak terhadap Aku " (1:2), "Mereka meninggalkan Tuhan, menista Yang Mahakudus, Allah Israel" (1:4), padahal mereka mempersembahkan korban kepada Tuhan dalam jumlah yang banyak (1:11). Dengan kata lain, mereka secara rutin melakukan peribadatan kepada Tuhan, namun mereka adalah pemberontak kepada Tuhan. Tuhan bertanya, "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" (1:11), karena Tuhan tidak suka dan jemu terhadap ibadah mereka. Sikap Tuhan itu disebabkan karena bangsa Israel tidak beribadah dengan kesungguhan (1:13). Mereka melakukan perbuatan jahat dan hidup tidak adil terhadap orang lemah (1:16-17). Mereka tidak menuruti firman Tuhan (1:19-20). Akibatnya, Tuhan tidak mau mendengar doa mereka (1:15) dan ibadah mereka menjadi beban bagi Tuhan (1:14). Mereka mengabaikan hakekat dari ibadah itu sendiri karena ibadah mereka tidak menyentuh seluruh aspek kehidupan.

Ibadah kepada Tuhan mengungkapkan penghormatan, kasih, dan ketundukan kepada Tuhan karena ibadah yang sejati timbul dari hati dan dinyatakan dalam perbuatan. Hal-hal lahiriah dari ibadah tidak berarti jika bukan merupakan ekspresi batiniah. Bila ibadah adalah ekspresi batiniah, tak akan timbul pertentangan antara ibadah dan perbuatan sehari-hari. Yang terpenting dalam ibadah bukan korban, melainkan orang. Orang yang beribadah menentukan korban yang dipersembahkan, namun korban tidak menggambarkan orang yang beribadah.
Read more »

Kamis, 23 Juni 2011

Renungan Harian: Lakukan Saja Hanya Untuk Tuhan

Matius 7:21-29
Nats:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga (ayat 21)
Pujian
: KJ 221

Dalam satu hari, berapa kalikah kita berdoa? Dari sekian banyak doa yang kita lakukan, berapa banyakkah yang kita lakukan sungguh-sungguh untuk berkomunikasi dengan Tuhan?
Sepanjang kita menjalani satu hari, mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi di malam hari, seberapakah semua kegiatan itu yang kita lakukan untuk Tuhan?

Berhitung tentang berkat Tuhan, tidak akan pernah berkesudahan. Tetapi berhitung tentang hal yang kita lakukan untuk Tuhan, mampukah kita menemukannya?

Seorang anak yang berlari terlalu jauh hingga kelelahan, berhenti saat melihat segelas air minum. Ia memandang air minum itu, dan begitu yakin bahwa rasa hausnya akan segera hilang ketika meminum air itu. Lama sekali ia memandangi segelas air itu, tanpa menyentuh gelasnya. Sebesar apapun keyakinannya bahwa air minum itu akan melegakan dahaganya, ternyata tidak membuatnya merasa segar dan hilang rasa hausnya. Karena ia hanya percaya. Tanpa berbuat sesuatu: memegang gelas itu, dan mulai meneguk airnya.

Demikian juga kehidupan iman kita bersama dengan Allah. Seberapa banyak kita menghafalkan isi firman Tuhan, apakah akan menjamin bahwa kita bisa memperoleh keselamatan sorgawi? Sesering apa pun kita berdoa dan beribadah di gereja, tidak akan membuat kita otomatis saja menjadi pewaris Kerajaan Allah. Karena ada tanggung jawab besar yang harus kita kerjakan, setelah kita beriman kepada Tuhan Yesus, yaitu melakukan kehendak Tuhan. Bukan sekedar mengerti ajaran Alkitab, tetapi yang terpenting adalah mengerjakan ajaran-ajaran itu di dalam keseharian hidup kita. Apa pun itu, mulai dari bangun pagi sampai tidur lagi di malam hari, untuk siapakah hidup ini kita jalani?
Read more »

Kesaksian: Hidup Diperbudak Nafsu

Kisah Nyata
Merry, seorang wanita asal Palembang. Pada usia 21 tahun, ia dipaksa menikah oleh pria pilihan mamanya. Namun pernikahan itu tidak seperti yang Merry bayangkan. Di dalam kehidupan rumah tangganya, Merry tidak mendapatkan kepuasan dalam hubungan suami istri. Merry sendiri memiliki sifat seorang pemberontak. Jadi terhadap suaminya sendiri ia melawan sehingga percekcokan di dalam rumah tangganya menjadi hal yang biasa terjadi.

Saat anak terakhirnya lahir, Merry mulai mengenal dunia malam. Merry mulai mengenal banyak sekali laki-laki, sampai akhirnya ia menjabat sebagai seorang wanita panggilan yang bisa dibayar. Merry sangat menikmati apa yang dilakukannya saat itu. Ia mendapatkan uang, mendapatkan apa yang ia inginkan. Tipe laki-laki seperti apapun bisa ia dapatkan. Tapi Merry sama sekali tidak mengabaikan tugas rumah tangganya untuk mengurus anak-anak. 

Ketika perselingkuhan Merry sering dipergoki oleh suaminya, Merry tetap menjalankan apa yang ia senangi itu. Merry sama sekali tidak memperdulikan perasaan suaminya. Setiap laki-laki yang Merry lihat, apalagi yang terlihat memiliki uang banyak, dengan segera didekati oleh Merry atau bahkan sebaliknya para pria itu yang mendekati Merry.

Tak tahan melihat perselingkuhan Merry, suami Merry pun memutuskan untuk berpisah dengannya. Awalnya Merry melakukan kesenangannya itu hanya demi uang namun dalam perjalanan hidupnya, akhirnya Merry mendambakan seorang laki-laki. Merry tak dapat hidup tanpa laki-laki dan seks.

Setelah tujuh tahun hidup bersama dengan seorang pria, Merry baru menyadari bagaimana ia sebagai seorang wanita hidup di atas penderitaan wanita lain. Pria ini adalah pria terakhir yang menjadi selingkuhan Merry karena Merry tidak dapat melupakan perlakuannya yang amat menyakiti hati. 

Suatu hari Merry membutuhkan uang untuk membayar uang sekolah anaknya. Tetapi pria itu memperlakukan Merry seperti seorang pelacur jalanan. Ketika pria itu memberikan uang, saat itu juga dia minta dilayani berhubungan seks. Padahal pada saat itu Merry tidak ingin melakukannya. Saat itu Merry sedang risau karena pembayaran uang sekolah anaknya sudah terlambat. 

Dari situlah mulai timbul perasaan benci terhadap pria itu dan cara hidupnya yang salah. Merry mencoba untuk menolak dan protes sampai akhirnya timbul dendam kepada pria itu, mengapa jika dia memberikan uang, Merry harus melayani kebutuhan seks dia terlebih dahulu. Namun tidak ada pilihan, mau atau tidak mau Merry tetap melayaninya pada saat itu.

Perasaan Merry pun terluka, kebencian dan dendam timbul di hatinya. Tidak ada kasih sama sekali, yang ada hanyalah nafsu belaka. Namun Merry tak dapat melakukan apa-apa karena ia memang membutuhkan uang itu. Tapi, semenjak saat itu Merry memutuskan untuk berhenti dari cara hidupnya yang salah. Apa yang Merry harapkan, kasih sayang dan perlindungan dari seorang pria, tidak pernah ia dapatkan. Yang ia dapatkan justru hidup yang hancur dan nama baik yang tercemar.

Akhirnya Merry bertekuk lutut di kaki Tuhan dan Merry memohon agar Tuhan mengubah hidupnya dan menolongnya untuk menahan gejolak birahi itu yang datang begitu kuat. Merry hanya dapat berteriak, �Tuhan, tolong saya Tuhan� tolong saya��
Merry sering memukul tangannya di tembok dan mengakui di hadapan Tuhan, ia tak dapat menahan hawa nafsu ini. 

�Saya berdoa minta tolong karena sangat sulit menahan hawa nafsu itu. Hingga akhirnya saya dibebaskan. Perasaan itu hilang dengan sendirinya. Tuhan menjamah saya. Dan sampai detik ini saya menjadi orang bebas berkat pertolongan Tuhan,� ungkap Merry penuh ucapan syukur.
Merry akhirnya dibebaskan dari keterikatannya akan seks dan Merry mendapati perasaan itu hilang dengan sendirinya. Tuhan menjamah hidup Merry dan perasaan itu tak dirasakannya lagi sampai saat ini. (Kisah ini sudah ditayangkan 17 Maret 2008 dalam acara Solusi di SCTV).
Read more »

Rabu, 22 Juni 2011

Renungan Harian: Hidup Melekat Kepada Kristus

Yohanes 15.4-5
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.� 

Sebuah pohon yang bertumbuh besar akan mempunyai banyak cabang serta ranting. Pohon itu akan terus bertumbuh hingga menghasilkan buah pada waktunya. Dan buahnya akan dinikmati banyak orang. Tetapi jika ada cabang atau ranting yang rusak atau patah maka cabang/ranting tersebut akan menjadi kering, karena sari makanan tidak akan bisa mengalir ke cabang/ranting tersebut. Dan tentunya tidak akan ada buah yang dapat dihasilkan dari cabang/ranting tersebut.

Sang pemilik pohonpun juga akan membersihkan pohon tersebut dan memotong cabang/ranting yang dianggap tidak diperlukan. Cabang/ranting yang rusak dianggap tidak akan menghasilkan buah dan merusak keindahan pohon. Dalam kitab Yohanes, kehidupan rohani umat Kristiani digambarkan seperti cabang/ranting pohon. Sedangkan batang utamanya adalah Kristus. Ketika hidup kita melekat dengan baik kepada Kristus, maka aliran kehidupan, sukacita, damai sejahtera, kekuatan, penghiburan, hikmat dan lainnya akan mengalir bagaikan sari makanan yang mengalir pada ranting pohon yang baik. Kasih Kristus akan senantiasa mengalir dalam hidup kita dan terang Kristus dari hidup kita. Hidup kita akan menghasilkan buah yang baik yang dapat dinikmati oleh orang banyak. Kebaikan hati kita akan diketahui oleh orang banyak.

Tanpa Kristus hidup kita akan menjadi hampa. Segala yang kita miliki tidak akan berarti tanpa Kasih Kristus yang mengalir dalam hidup kita.  Biarlah hari-hari yang ada kita lalui dengan kehidupan yang intim dengan Kristus. Jangan biarkan berkat terlepas dari kehidupan kita karena kita lupa untuk bersekutu denganNya. Raih kehidupan yang penuh dengan berkat berkelimpahan di dalam Kristus Yesus. Haleluya!
Courtesy of PelitaHidup.com
Read more »

Senin, 20 Juni 2011

Humor: Berbohong

Tono adalah murid yang sangat nakal dan sering membolos sekolah minggu. Pada suatu hari ia ditegur oleh guru sekolah minggunya, "Tono, kenapa kamu sering bolos sekolah minggu? Kemarin sudah ketiga kalinya kamu bolos."

Tono menjawab, "Saya tidak bolos, Kak. Kemarin adik saya sakit jadi saya harus menjaga adik, karena orang tua saya bekerja."

Kakak pembinanya menukas, "Eh, kamu bohong ya. Lha kemarin kakak melihat adikmu sehat-sehat saja."

Tono berbalik menjawab dengan santai, "Lha, Kakak juga bohong. Saya kan tidak punya adik." (Sumber : Guruku Super Lucu)
Read more »

Minggu, 19 Juni 2011

Perbandingan Sejarah Alkitab dengan Sejarah Al Quran

TUDUHAN TERHADAP ALKITAB DARI REKAN-REKAN ISLAM
Alkitab di Kristen itu sudah dipalsukan baik perjanjian lama, maupun perjanjian baru. Pemalsu itu dari Paulus hingga Nicea Konstantinopel, dengan tujuan menjadikan Yesus Kristus sebagai TUHAN. Lagian kenapa ada kitab suci selalu diedit dari edisi satu ke edisi yang lain selalu ada perubahan. Belum lagi ada kontradiksi antar ayat di dalamnya. Pokoknya Alkitabnya Kristen itu sudah korup sekorup-korupnya dah....

Tuduhan di atas sangat jelas menunjukkan bahwa yang melontarkannya adalah orang yang tidak memiliki pengetahuan apapun tentang kitab di Kristen. Jadi mari kita doakan dulu supaya dia diampuni, karena dia tidak tahu apa yang diperbuatnya

Mari kita bahas tentang Perjanjian Lama terlebih dahulu. Perjanjian Lama di dalam Alkitab adalah kitab TANAKH Yahudi. Isinya sama persis hanya saja urutan kitab di dalamnya berbeda. Kitab ini sudah kanon (tertutup) dan sudah tidak bisa ditambah dan dikurangi sejak 1 abad sebelum kedatangan Yesus Kristus. Walaupun TUHAN tidak pernah mengatakan akan menjaga TANAKH Yahudi namun dari Alkitab bisa kita lihat bahwa setiap pemalsu mendapatkan hukuman. Selain itu Yesus Kristus yang lahir sekitar 1 abad setelah kitab ini kanon pun tidak pernah mengoreksi TANAKH dan mengatakan ada yang sudah dipalsukan. Jadi Tanakh yang orisinil yang digunakan oleh Yesus itu sama dengan yang kita gunakan saat ini. Keaslian Tanakh alias Perjanjian Lama tidak perlu diperdebatkan lagi.

Yang menjadi masalah dari TANAKH khususnya bagi umat Islam adalah terdapat begitu banyak pertentangan antar ayat. Benarkah demikian? Atau mereka saja yang tidak paham? Itu akan kita bahas di artikel tersendiri nantinya. Sekarang kita akan membahas sejarah Perjanjian baru terhadap sejarah Al Quran. Mungkin ini akan agak menyerang Qur'an, tapi jika umat Islam bisa membuka pikiran, sebenarnya artikel ini muncul karena kegagalan dari Islam sendiri untuk menjawab masalah-masalah di bawah ini.

MARI KITA BANDINGKAN:
PB DITULIS BANYAK ORANG NAMUN KITAB-KITABNYA SALING MENDUKUNG DAN TIDAK ADA KONTRADIKSI
Perjanjian Baru adalah kumpulan kitab yang ditulis oleh banyak orang. Kitab-kitabnya dituliskan dari masa berbeda, tempat berbeda, dan budaya berbeda, namun isinya begitu terkait satu sama lainnya. Ayat-ayat yang ada dalam suatu kitab mempunyai padanan pada kitab lainnya, dan membawa bobot theologis yang serasi. Memang banyak tuduhan bahwa banyak kontradiksi antar ayat di dalamnya, namun sepanjang pengalaman saya berdiskusi di berbagai forum, belum satupun yang tidak bisa dijawab dan semua itu karena pertolongan Roh Kudus semata (entah bagaimana orang awam seperti saya bisa menjawab, pokoknya terjadi begitu saja :p). Memang Firman TUHAN yang hidup harus tahan uji.
QURAN DITERIMA SATU ORANG TAPI MASIH ADA SAJA KONTRADIKSI
Kitab ini diterima oleh satu orang saja yaitu Muhammad, yang mengherankan adalah walaupun diterima oleh satu orang, masih saja ada kontradiksi di dalamnya. Sejauh saya berdiskusi di forum, belum satupun kontradiksi yang saya tanyakan yang bisa mereka jawab. Tentu saya tidak menanyakan kontradiksi picisan yang dicari-cari. Saya juga tidak akan sekedar besar mulut, nanti juga saya akan membahas masalah kontradiksi ini di artikel berbeda. Mungkin suatu saat ada saudara dari Islam yang bisa memuaskan masalah kontradiksi tersebut

ADA BANYAK SAKSI MATA TENTANG SEMUA PERNYATAAN YESUS SELAKU SUMBER FIRMAN KEPADA PARA RASUL
Para penulis kitab Perjanjian Baru kecuali Paulus dan Lukas adalah orang-orang disekitar Yesus Kristus, dan terlibat langsung di dalam pekerjaan Yesus Kristus. Semua tulisan yang mereka bukukan adalah pengalaman mereka secara pribadi dengan Yesus Kristus. Puluhan ribu orang menjadi saksi dari kisah-kisah mereka di tanah Israel. Bahkan Lukas yang adalah perwakilan dari kaum non-Yahudi, dengan berbekal investigasi-nya pribadi atas orang-orang di tanah Yudea dan dengan tuntunan Roh Kudus, mampu menuliskan kitab yang sangat detil dan membuktikan kebenaran pengajaran para rasul.
Kitab Lukas yang dianggap sebagai kelemahan Perjanjian Baru justru memegang peranan penting. Bagaimana seseorang yang bukan saksi mata dapat menulis sebuah kitab dari hasil investigasinya terhadap masyarakat umum dan para murid menghasilkan buku yang serupa dengan injil para rasul? Itu adalah bukti bahwa kisah yang dituliskan para rasul di dalam injilnya adalah benar dan mempunyai banyak saksi mata. Tapi kalau saya jelaskan seperti ini pasti titik serangannya akan berubah menjadi "Berarti Injil Lukas bukanlah Firman TUHAN". Tetap Firman TUHAN dan itu akan saya bahas di artikel LUKAS dan PAULUS.
TIDAK ADA SAKSI MATA TENTANG SEMUA PERNYATAAN JIBRIL SELAKU SUMBER FIRMAN KEPADA MUHAMMAD
Al-Quran katanya diterima oleh Muhammad melalui perantara Jibril. Apakah ada saksi mata saat-saat Muhammad menerima Firman itu? Sama sekali tidak ada. Jika tidak ada saksi mata; maka itu sama saja dengan pengakuan sepihak dari Muhammad. Yang aneh adalah semuanya percaya? Saya pernah berdiskusi mengenai hal ini, dan alasan utama mereka percaya karena Muhammad melakukan begitu banyak mukjizat.
Mukjizat katanya diterima sebagai legitimasi dari para nabi. Benarkah? Masih ingat kisah Musa saat berhadapan dengan Firaun? Bukankah beberapa mukjizat Musa bisa mendapat tandingan dari para penyihir Firaun? Artinya keajaiban bukanlah sebuah indikator mutlak bahwa seseorang adalah utusan yang benar-benar berasal dari TUHAN. David Copperfield pernah melenyapkan bulan,...pernah berpindah kota dalam sekejap mata, bisa terbang di alam terbuka...apakah itu berarti dia adalah nabi? I don't think so.

PERJANJIAN BARU DENGAN JELAS MENUNJUKKAN PENGGENAPAN PERJANJIAN LAMA
Perjanjian lama bercerita tentang hukum dan rencana penebusan TUHAN. Hukum TUHAN ini baru akan diampuni jika mendapatkan korban penebus salah. Di dalam kitab Yesaya, sudah dinubuatkan akan datangnya seorang manusia yang akan menjadi korban penebus salah untuk menggantikan manusia sekali untuk selamanya, sehingga kuasa hukuman atas dosa ditimpakan atasnya (silahkan baca Yesaya 53:10). Yesaya dan Mikha dengan jelas menunjukkan bahwa penebus itu adalah TUHAN sendiri; dan melalui banyak nubuatan sudah tergambarkan bagaimana rencana kematian akan korban penebus salah ini akan terjadi. Misalnya:
Mazmur 22:19 Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.
Ini digenapi saat kematian Yesus di dalam Perjanjian Baru....
Matius 27:35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi.
Masih banyak lagi contoh kasus penggenapan nubuatan di dalam Perjanjian Baru. Jadi benar-benar nyata bahwa semua perjanjian sudah digenapi di dalam Perjanjian Baru dan manusia tinggal menunggu penggenapan akhir zaman.
AL QURAN TIDAK JELAS MENYATAKAN DIRI SEBAGAI PERBAIKAN DAN PENYEMPURNAAN KITAB-KITAB PENDAHULUNYA.
Kenapa saya katakan tidak jelas? Karena Qur'an selalu dibahasakan oleh penganutnya sebagai kitab yang memperbaiki kesalahan Taurat dan Injil. Coba saudara tanyakan ke mereka untuk menunjukkan yang mana yang mereka sebut sebagai perbaikan itu. Bahkan perselisihan yang paling besar yang menjadi sengketa awal mula pun tidak terselesaikan oleh Qur'an. Misalnya; Kristen percaya Ishak yang akan dikorbankan, tapi Islam membantah dan mengatakan Ismail yang dikorbankan. Tapi apakah ada ayat yang menunjukkan bahwa Ismaillah yang akan disembelih? Tidak ada sama sekali!
Katanya untuk memperbaiki kesalahan, kok masalah yang paling mendasar saja tidak dituliskan di dalam Qur'an. Kalau anda membuka Qur'an yang ada terjemahannya, anda akan melihat bahwa ada nama Ismail di situ. Hanya saja nama itu ditaruh di dalam kurung karena dalam bahasa arabnya sama sekali nama itu tidak ada. Nama Ismail di dalam kurung hanyalah tambahan penterjemah. Jadi mana yang diperbaiki? Entahlah. Bagi saya Qur'an sama sekali tidak terlihat sebagai kitab yang lebih baik. Mungkin ini kegagalan rekan-rekan muslim dalam mempromosikannya.
Satu-satunya sumber klaim untuk nama Ismail bagi umat Islam adalah hadits yang benar-benar tidak ada unsur Ilahi-nya. Sebuah buku yang katanya adalah kumpulan perkataan nabi, tapi itupun hanya kata mereka, alias klaim sepihak dari pihak "penerbit" buku. Selain itu yang menentukan bahwa narasumbernya dapat dipercaya atau tidak adalah mereka sendiri. Ternyata penyempurnaan dan perbaikan atas kitab terdahulu (Taurat dan Injil) tidak mampu dilakukan dengan sempurna oleh Allah melalui Al Quran-nya sehingga orang-orang Arab perlu turun tangan melaunching hadits? Begitukah?
Jika kita mempermasalahkan hadits, maka pembelaan yang biasanya akan muncul adalah "itu karena Muhammad tidak ingin perkataannya tercampur dengan firman TUHAN". Pembelaan lain adalah "Hadits adalah menggunakan sistem perawi yang menjadi kebanggaan bangsa Arab akan kemampuan menghafal mereka" Oh ya? Mungkin ada rekan Islam yang bisa menunjukkan karya sastra Arab selain hadits yang juga menggunakan sistem hadits, jika bisa yang syairnya sebelum masa Muhammad. Jika tidak bisa berarti adalah sebuah isapan jempol semata bahwa itu adalah tradisi di Arab pada masa itu. Tradisi kok hasilnya cuma satu itu saja. Jika benar itu adalah tradisi berarti ada bertumpuk-tumpuk karya yang menggunakan sistem perawi dan bukan hanya hadits.

GAYA FIRMAN TUHAN DARI AWAL TANAKH HINGGA AKHIR PERJANJIAN BARU ADALAH SAMA
Siapapun bisa melihat bahwa Alkitab mempunyai urutan kisah yang sangat baik. Ada narasi yang menjelaskan situasi dan keandaan dari setiap kejadian. Kisah hidup semua tokoh dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru begitu runut. Ada kesamaan pengisahan dari setiap kitab, dan setiap kitab mempunyai ayat padanan ke semua kitab di dalam Alkitab. Bagaimana semua itu bisa terjadi padahal masing-masing kitab mempunyai penulis yang berbeda-beda? Kitab mazmur sendiri menjadi representasi yang sangat baik dari pentateukh padahal Daud dan penulis lainnya bukanlah seorang theologia atau ahli agama.
Semua itu menunjukkan bahwa semua penulisan diinspirasikan oleh pribadi yang sama yaitu Roh TUHAN. Salah satu bukti bahwa Roh TUHAN bekerja dalam penulisan kitab-kitab bisa kita lihat dari pernyataan Yesus Kristus berikut:
Matius 22:43-44
Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
Jadi setiap tulisan yang ada di dalam Alkitab sepenuhnya ada pimpinan Roh padanya.
QUR'AN MUNCUL DENGAN GAYA YANG BEDA SENDIRI
Qur'an yang katanya adalah penyempurnaan, bagi saya terlihat jauh daripada itu. Ada banyak perkara tidak jelas dan lengkap penuturannya di dalam Qur'an. Bahkan untuk membahas sunat yang adalah ajaran agama Ibrahim umat Islam selalu mengutip kitab kejadian. Kenapa? Apa di Qur'an tidak ada? Kenapa Qur'an dikatakan sempurna jika butuh bantuan Alkitab dan Hadits? Kristen bisa survive dan menjawab semua pertanyaan dengan Alkitab di tangan.
Tapi jika kita menjawab seperti ini saudara-saudara di Islam akan berkata: "Memang kami juga mengimani keberadaan Taurat dan Injil." Jawaban ini jelas memperlihatkan mereka ada di sisi yang dilematis. Di satu sisi mengatakan Alkitab sudah korup, tapi di sisi lain kerap kali terpaksa mengutip Alkitab; padahal mereka tidak tahu pasti ayat-ayat mana saja yang dikatakan korup tersebut.
Qur'an pun benar-benar tidak mempunyai urutan cerita yang baik. Berbeda dengan kitab-kitab pendahulunya yang sangat runut. Apakah Firman Tuhan kehilangan gayanya? Ataukah ini adalah firman yang bersumber dari tuhan yang berbeda yang mencoba mengklaim kelanjutan dari sejarah panjang TUHAN di Israel? Entahlah.

DARI MASA PARA RASUL HINGGA MASA PENYALINAN; PERJANJIAN BARU TERDOKUMENTASIKAN SECARA TULISAN
Setelah para rasul memutuskan untuk menuliskan semua "Kabar Baik" Kerajaan TUHAN; tulisan para rasul dipergunakan untuk memberitakan injil ke beberapa jemaat. Setelah penginjilan meluas; mulailah bermunculan salinan-salinan dari kitab para rasul tersebut. Salinan-salinan inilah yang pada akhirnya akan memasuki tahap pembukuan menjadi Perjanjian Baru.
DARI MASA MUHAMMAD HINGGA MASA PENYALINAN; QUR'AN MENGANDALKAN PARA PENGHAFAL MELEBIHI DOKUMEN TERTULIS MEREKA.
Berbeda dengan sejarah Alkitab; Quran tidak terdokumentasikan dengan baik. Katanya Qur'an ini disimpan dengan metode penghafalan. Ada begitu banyak penghafal kala itu. Hafalan ini pun katanya diperiksa sendiri secara periodik oleh Muhammad. Sebuah kitab penyempurna kitab sebelumnya diperlakukan seperti ini? Tidak didokumentasikan dengan baik dan mengandalkan ingatan manusia? Sebaik apapun ingatan manusia; manusia adalah tempatnya segala salah. Pembukuan tetaplah jalan terbaik untuk menjamin keutuhan Firman Tuhan.
Tapi jika saya berkata seperti ini, mereka akan mengklaim bahwa hadits mengatakan Qur'an itu pernah ditulis sewaktu nabi mereka masih hidup. Ayat-ayat Qur'an ditulis pada batu, kulit, pelepah daun dan berbagai media lainnya. Bagi saya ini adalah pembelaan yang walaupun benar tetap saja tidak penting. Apa gunanya ayat-ayat itu disalin? Nyatanya sewaktu banyak penghafal tewas di peperangan mereka panik dan merasa perlu untuk melakukan pembukuan sebelum semua penghafal tewas.
Jika memang semua ayat dituliskan, maka tidak perlu sepanik itu. Biarpun semua penghafal tewas sudah tidak akan ada masalah lagi. Jadi kepanikan saat itu menjadi pertanda terang benderang bahwa dokumentasi secara tulisan pada masa nabi masih hidup sangatlah buruk dan tidak dapat diandalkan. Jadi mungkin sebaiknya saudara-saudara di Islam berhenti mengandalkan fakta bahwa ayat-ayat ini pernah disalin, karena salinan itu sama sekali tidak lengkap dan tidak membantu.
Jadi tinggal satu yang menjadi andalan dokumentasi Quran yaitu kemampuan menghafal bangsa Arab. Benarkah kemampuan bangsa Arab sehebat itu? Ah tidak juga, nyatanya seluruh dunia bisa kok bermunculan penghafal Qur'an. Tapi jangan senang dulu dan berkata itu adalah mukjizat Quran. Qur'an bisa dihafalkan karena memang cara pelafalannya memungkinkan itu. Ayat-ayat Qur'an dilafalkan dengan menggunakan nada. Otak manusia bisa lebih mudah menghafal sesuatu yang dilagukan daripada yang tidak
Ayat-ayat di Qur'an hanya 6000-an dan setiap ayat cukup pendek. Di dunia ini banyak orang yang bisa menyanyikan sampai 10.000 lagu, yang mana lagu itu dalam bahasa asing dan setiap lagu cukuplah panjang. Coba saya tantang anda menyanyikan lagu My heart will go on (titanic); When you say nothing at all; Flying without wings; dan masih banyak lagi dari yang jadul sampai yang merajai chart attack MTV saat ini. Apakah pencipta lagu dari Amerika lebih ajaib dari Allah? Manusia bisa melafalkan ini hanya dengan berkali-kali mendengar dan just for fun. Apalagi jika harus menghafal sesuatu dengan reward pahala sebagai jalan menuju surga, tentu bisa lebih serius lagi.
Coba ke 10.000 lagu itu syairnya saja yang ditulis pada kertas dan dicampur aduk, sampai mati juga tidak akan pernah terhafal. Jadi faktor nada itulah yang membuat Qur'an bisa dihafal dalam 5 sampai 10 tahun. Sama sekali bukan mukjizat, memang demikianlah kerja otak manusia. Coba semua huruf arab di Qur'an itu bunyinya dituliskan dalam huruf latin, dan diberikan kepada seseorang yang belum pernah mendalami Qur'an sebagai teks biasa. Suruh dia menghafal dengan nada membaca biasa, sampai mampus juga tidak akan selesai; karena bukan begitu cara kerja otak manusia.
Saya punya teman di persekutuan hanya bisa menghafal ratusan ayat Alkitab tanpa nada, tapi jangan tanya berapa lagu rohani yang dikuasainya....begh dia itu ipod rohani berjalan. Jadi sekali lagi there's no miracle, itu hanyalah cara kerja otak manusia.
Kembali ke masalah hafalan. banyak umat Islam yang percaya bahwa hafalan orang arab tidak bercela dan sempurna. Benarkah? Apakah saudara-saudara di Islam tahu ada 4 orang yang ditunjuk oleh Muhammad untuk mengajarkan Qur'an karena Muhammad menyukai pelafalan mereka?
Bisa dibaca dari http://www.nasehatislam.com/?p=321 === di sana dituliskan >> Muaz belajar ilmu Islam langsung dari nabi dan kemudian ia sangat menguasainya. Karena kepintarannya dalam penguasaan Islam dan al-Quran, sampai-sampai nabi mengatakan, �Ambillah bacaan Al-Qur�an dari empat orang, yaitu: Abdullah Ibnu Mas�ud, Salim, Mu�az bin Jabal dan Ubai bin Ka�ad� --- Hadits 4615 Shahih Bukhari. Jadi ada 4 orang yang ditunjuk Muhammad untuk mengajarkan Qur'an.
Dari keempat orang ini ada dua yang menuliskan mushaf, yaitu Abdullah dan Ubai. Ternyata sejarah mencatat Mushaf Ubai pun tidak mampu meredam pertentangan bacaan di bangsa arab. Orang yang paling direkomendasikan Muhammad ternyata hafalannya dan lafalannya diabaikan? Mushaf Ubai termasuk Mushaf yang dibakar manakala Utsman mengeluarkan Mushafnya sendiri. Sedangkan Abdullah yang masih hidup pada masa peembuatan mushaf Utsman sama sekali tidak dilibatkan oleh Utsman? Tanya Kenapa? Fatalnya lagi Abdullah dengan tegas menolak isi mushaf Utsman. Orang yang paling direkomendasikan Muhammad ini berkata bahwa jika dia menerima mushaf Utsman, maka itu sama saja dia mengabaikan apa yang diterimanya dari mulut nabi.... nah loh? Berikut kutipannya:
�Bagaimana mungkin kau memerintahkanku utk mengaji tulisan Zaid, sedangkan aku bisa mengaji sekitar 70 surat yg langsung berasal dari mulut nabi ?� �Apakah aku,� pinta Abdullah, �harus mengabaikan apa yg kudapat langsung dari mulut sang nabi?� (Masahif" by Ibn abi Daud, 824-897 AD, pp. 12, 14).
Ada dua pembelaan Islam untuk kasus ini:
Pertama: Katanya Abdullah belakangan menyesal dan akhirnya menggunakan kitab Utsman. Benarkah? Faktanya dia menyingkir ke Kufa Irak dan menyelesaikan mushafnya yang dikenal sebagai naskah Kufan. Cerita perdamaian merekapun tidak ada di literatur manapun pada masa hadits. Cerita itu baru muncul pada sebuah kitab tahun 1500-an. Bukankah itu sebuah hal yang aneh? Sebuah konfirmasi baru muncul setelah 800 tahun Abdullah mati.... Ke mana saja selama ini?
Kedua: Utsman dikatakan sudah berdamai dengan Abdullah karena katanya Utsman ikut menyembayangi jenazah Abdullah. Ini sama sekali tidak jadi jaminan. Di negara kita ini musuh politik pun kalau ada lawan politik meninggal ikut kok menyembayangi, biasalah itu.
Jadi jika orang-orang yang hafalan dan lafalannya diakui oleh Muhammad; bahkan direkomendasikan oleh Muhammad; ternyata diabaikan; ditolak; bahkan mushafnya dibakar oleh Utsman; saya mau nanya "masih yakin gak dengan kualitas hafalan orang arab". Bangsa yang kualitas hafalannya bagus, kenapa begitu dimushafkan hasilnya adalah kekacauan ya? Tanya Kenapa?

ALKITAB BEKERJA DI BANYAK BANGSA DAN BAHASA TANPA MASALAH
Sudah bukan rahasia lagi kekristenan dibangun di daerah multi bahasa, mulai dari latin, aram, arab, ibrani, namun sama sekali tidak ada masalah. Para rasul berbicara di dalam roh dan semua orang paham dalam bahasanya masing-masing.... Itulah kuasa Roh Kudus. Boleh baca perikop berikut:
Kisah Para Rasul 2:6-12
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
Saat ini Alkitab dibaca di seluruh dunia dalam bahasa yang berbeda-beda. Apakah ada perbedaan pemahaman antara Kristen di Israel, di Amerika, dan di Indonesia? Sama sekali tidak ada, begitulah seharusnya Firman TUHAN, universal dan bisa dipahami setiap lidah.
QUR'AN BARU BERBEDA DIALEK SAJA SUDAH KACAU
Sejarah mencatat bahwa di awal beredarnya ajara Islam ada banyak mushaf yang menimbulkan perselisihan. Perselisihan itu begitu keras sampai satu sama lain saling mengatakan kafir. Semua itu bisa terjadi karena masalah dialek saja?
Apakah TUHAN salah menurunkan kitab ke bangsa Arab? Hanya karena masalah dialek saja tidak satupun Qur'an yang otentik yang bertahan? Baik itu yang ditulis semasa Muhammad hidup, maupun yang dikumpulkan Abu Bakar, plus mushaf karya dua orang yang direkomendasikan Muhammad semuanya dibakar? Itu sangatlah lucu bagi saya.
Saya pernah bertanya kepada seorang muslim, "Mengapa tidak diterjemahkan?" Luar biasanya dia mengutip Qur'an untuk menjawab pertanyaan ini. Dia menjawab: "Apakah patut Al Quran dalam bahasa asing sedang rasul adalah orang Arab?" Jawab saya "Kenapa Tidak?" Muhammad memang orang Arab, tapi TUHAN bukanlah orang Arab. Sewaktu TUHAN berbicara ke bangsa Israel dia menggunakan bahasa Israel, kepada bangsa Yunani dengan bahasa Yunani, jika benar TUHAN yang sama pergi kepada Muhammad, maka dia pun akan memakai bahasa Arab. Kenapa tiba-tiba Allah di Quran mengatakan manusia cuma boleh memakai bahasa Arab? Dari sini jelas sudah bahwa TUHAN di dalam Yahudi dan Kristen adalah Tuhan Universal yang berbeda dengan Allah yang cuma menyukai bahasa Arab saja.

ALKITAB MENGATASI PERBEDAAN TANPA MEMBAKAR SALINAN YANG MEMPUNYAI PERBEDAAN
Dalam masa kanonisasi semua jemaat mempunyai salinan kitab, dan sangat mungkin terdapat variasi antara salinan yang satu dan yang lainnya. Tugas gereja untuk memilah mana dokumen yang mempunyai otoritas, dan berdasar sejarah gereja berasal dari pengajaran para rasul. Tentu ada begitu banyak salinan dan sangat mungkin ada yang palsu. Untuk memilah mana salinan yang tepat membutuhkan waktu yang sangat panjang. Kenapa? Karena harus ada penyelidikan. Suatu kitab harus diselidiki bobot pengajarannya, karakter tulisannya, tingkat kebenaran fakta di dalamnya dan masih banyak serangkaian tes lainnya. Semakin dikenal suatu kitab di berbagai jemaat, maka semakin mudah kitab itu lulus.
Semakin sedikit jemaat yang mengenali suatu kitab maka semakin sulit nasibnya. Semakin mendekati suatu salinan ke inti iman Kristen, maka akan semudah lulusnya dan demikian pula sebaliknya. Dari penelitian yang sangat panjang barulah ditemukan kanon yang benar-benar dianggap memadai untuk pengajaran iman Kristen. Jadi gereja tidak memusnahkan kitab-kitab yang lain. Salinan yang begitu banyak pun tetap saja di simpan untuk penelitian di masa yang akan datang. Gereja hanya mengumumkan bahwa sumber pengajaran yang benar harus berasal dari gereja. Itu saja dan terbukti gereja terus berkembang sampai sekarang.
AL QURAN MENGATASI PERBEDAAN DENGAN MEMUSNAHKAN SALINAN YANG ADA PERBEDAAN DI DALAMNYA.
Pada masa kepemimpinan Utsman terjadi perpecahan di dalam masyarakat Islam, karena ada beberapa Msuhaf yang beredar. Oleh karena itu Utsman berpikir untuk menyalin mushaf Abu Bakar yang dipegang Hafsah. Setelah Mushafnya selesai Utsman memutuskan untuk membakar mushaf yang lain. Bahkan mushaf yang dibuat oleh orang-orang yang direkomendasikan oleh Muhammad sendiri untuk mengajarkan Quran turut dibakar. Ini adalah tanda tanya yang sangat besar buat saya.
Mengapa dialek bisa membuat perbedaan pemahaman yang sedemikian parahnya? Mengapa Utsman dengan sengaja tidak melibatkan orang-orang yang direkomendasikan Muhammad? Bahkan Abdullah orang yang paling dipercaya Muhammad untuk mengajarkan Qur'an mengatakan jika menerima mushaf Utsman itu berarti dia harus mengabaikan yang diterimanya langsung dari mulut Muhammad. Ada apa ini? Mengapa Mushaf yang lain dibakar? Jika benar Utsman hanya menyalin dari Mushaf Abu Bakar berarti tidak ada yang berbeda. Kenapa dibakar juga? Kenapa Utsman berani membakar? Siapa yang memberikan otoritas itu?
Walaupun dia adalah pemimpin masyarakat pada masa itu, tetap saja tidak bisa jadi alasan. Jabatannya adalah secara politik dan bukan secara agama. Belum ada umat Islam yang bisa menjawab saya tentang masalah ini....OTORITAS APA YANG DIMILIKI UTSMAN UNTUK MEMBAKAR QUR'AN? Jika benar Firman itu berasal dari TUHAN, maka Presiden sekalipun tidak berhak membakarnya.... Seandainya presiden saat ini mengatakan ingin menyalin sebuah mushaf baru (sama seperti Ustman yang ingin menyalin Mushaf Abu Bakar dari Hafsah) berarti Mushaf yang dihasilkannya juga tidak berbeda.... Apakah umat Islam akan mengizinkan presiden membakar semua Qur'an yang sudah beredar dan mengedarkan versinya? Pasti tidak, saya sangat yakin itu.
Saya pernah mengatakan seperti itu kepada rekan dari Islam. Hanya saja responnya kurang memuaskan. Katanya hal itu karena ada standarisasi text oleh Utsman. Jawaban ini saya katakan kurang memuaskan karena tidak memenuhi urutan logika saya. Sebelumnya alasan Utsman melakukan stadarisasi agar pembacaan sesuai dengan dialek Quraish. Ini sangatlah aneh, karena mushaf Abu Bakar yang dikembalikan ke Hafsah pun dibakar setelah Hafsah meninggal. Bukankah penulis mushaf Utsman dan mushaf Abu Bakar adalah orang yang sama? Dia adalah Zaid bin Tsabit yang adalah penulis pada masa Muhammad.
Dengan demikian tulisan Zaid bin Tsabit ini lulus sensor Muhammad. Saya ulangi lagi....TULISAN ZAID BIN TSABIT PASTI SUDAH LULUS SENSOR MUHAMMAD. Seharusnya itu pula yang dituliskannya pada mushaf Abu Bakar. Jadi tidak ada lagi alasan bahwa ada perubahan pada mushaf Utsman karena penulisnya orang yang sama.... Logikanya Zaid harus menuliskan sesuatu yang sudah mendapat persetujuan Muhammad semasa hidupnya; alias tinggal mengulangi saja yang dilakukannya di hadapan Muhammad. Benarkan?

Ada dua TITIK DILEMA di sini:
  • JIKA PADA MUSHAF UTSMAN TERJADI PERUBAHAN, maka apabila umat Islam menyetujui itu, berarti umat Islam menyetujui bahwa pemahaman Utsman lebih baik daripada Muhammad, karena Utsman melakukan revisi atas sesuatu yang sudah diterima Muhammad.
  • JIKA PADA MUSHAF UTSMAN TIDAK TERJADI PERUBAHAN, maka umat Islam harus memahami bahwa UTSMAN membakar mushaf yang tidak ada kesalahan di dalamnya, alias UTSMAN adalah pelaku pembakaran Qur'an yang pertama di muka bumi

Tidak ada opsi lain diluar itu!

Pembelaan yang terbaik yang bisa dilakukan umat Islam sejauh ini adalah dengan mengutip hadits di mana ada banyak orang yang melihat pemusnahan dan semuanya terlihat bahagia saja. Saya jadi ingat saat ada gereja di Amerika (gereja error) yang hendak membakar Qur'an. Saya yakin sekali jika mereka jadi melakukan itu, maka semua orang yang ada di sekitar lokasi pembakaran akan terlihat bahagia. Ingat, karena semua orang terlihat bahagia, bukan berarti yang mereka lakukan benar. Siapa yang membuat kesimpulan prematur seperti itu? Apa jika semua orang terlihat bahagia berarti yang dilakukan adalah benar?
Saya yakin umat Islam akan mengatakan ada perbedaan dalam masalah ini. Orang Amerika itu Kristen, sedang Utsman adalah muslim. Justru itu adalah TANDA TANYA TERBESAR. Kenapa seorang muslim bisa begitu senang melihat Qur'an dibakar? Bahkan Mushaf yang ditulis Ubai orang yang direkomendasikan Muhammad untuk mengajarkan Qur'an ikut dibakar? Apa semua sudah lupa kekacauan yang ditimbulkan selisih dialek tersebut? Jangan-jangan kebahagiaan di sekitar lokasi pembakaran adalah tawa kemenangan politik Utsman dan geng-nya. Pada saat saya menjawab seperti itu, maka rekan dari umat Islam pun menjawab "Itu mustahil, jika dia memalsukan Qur'an maka pasti akan ada kekacauan lagi pula mereka masih termasuk orang-orang terdekat nabi!"
Benarkah? Kenapa harus ada kekacauan? Bukankah sebelumnya memang sudah kacau. Jika harus ada kekacauan, maka saat mushaf disita untuk dibakar seharusnya kekacauan itu terjadi. Ingat! Mereka sampai tega menyerang orang lain karena merasa Mushaf-nya paling benar, apakah mereka akan sukarela menyerahkan mushaf itu untuk dibakar? Tentu tidak. Kemungkinan yang terjadi adalah Utsman bertindak pintar dan menyatakan telah terjadi kesalahan, seharusnya Quran dibaca dalam dialek Quraish. Jadi dengan demikian masyarakat memandang mushaf yang beredar adalah "produk salah prosedur", Utsman melakukan pembukuan ulang selama beberapa tahun sebelum akhirnya merilis mushafnya.
Masyarakat sangat mungkin memandang hasil kerja Utsman sudah benar dari sisi dialek Quraish. Utsman pun pintar dan menggunakan wewenangnya sebagai pemimpin untuk memusnahkan mushaf lainnya. Alasannya sederhana, mencegah kekacauan terjadi lagi di kemudian hari. Tapi kenapa mushaf yang lebih orisinil dan otentik punya Abu Bakar juga lenyap ya?
APA KAPASITAS UTSMAN UNTUK MENENTUKAN QUR'AN YANG LAYAK EDAR, SEMENTARA DIA BUKANLAH ORANG YANG DITUNJUK OLEH MUHAMMAD? Abdullah bin Mas'ud orang yang direkomendasikan Muhammad jelas-jelas menolak mushaf Utsman. Hendak mengatakan bahwa Utsman sahabat Muhammad? Tahu dari mana? Tahu dari hadits yang dikeluarkan oleh mereka sendiri? Kalau pengakuan dari pihak mereka sendiri kenapa bisa diterima begitu mudahnya?
Tindakan Utsman yang dengan sengaja tidak melibatkan Abdullah dan membakar salinan yang lebih otentik dari punyanya serta memanfaatkan jabatannya untuk memusnahkan salinan yang lain seharusnya menjadi tanda tanya besar di kepala umat Islam? Siapa sih si Utsman ini? Kenapa dia berani bertindak demikian jauh? Otoritas apa yang dimilikinya untuk menentukan kebenaran Qur'an. Kenapa tidak sekalian dia saja yang diangkat sebagai nabi oleh Allah. Apa Allah salah memilih Muhammad? Kenapa Utsman bisa menghasilkan mushaf Qur'an yang lebih baik dan tidak menimbulkan kekacauan sedangkan salinan Qur'an yang direstui Muhammad semuanya lenyap tak bersisa. Jadi apakah Qur'an yang beredar saat ini mukjizat terbesar Muhammad atau mukjizat terbesar Utsman?
Ada umat Islam menjawab saya: "Allah sendiri yang berjanji akan melindungi Qur'an, makanya dia yakin Qur'an tidak berubah" Jawab saya sederhana "Berhubung saya tidak percaya sejarah Qur'an, maka saya juga meragukan keberadaan ayat itu". Tidak ada bukti bahwa Utsman adalah sahabat Muhammad selain pengakuan dari hadits yang diterbitkan oleh kalangan mereka juga. Jadi motif dari Utsman masih dapat dipertanyakan. Berbeda dengan para pendiri Gereja yang memang oleh lawannya di masyarakat yahudi diakui sebagai orang-orang yang mencintai Yesus. Ini bahkan dicatat dalam buku sejarah Yahudi.
Kutipan sejarah Antiquities Yahudi buku 18 pasal 3 ayat 3
Now there was about this time Jesus, a wise man, if it be lawful to call him a man; for he was a doer of wonderful works, a teacher of such men as receive the truth with pleasure. He drew over to him both many of the Jews and many of the Gentiles. He was [the] Christ. And when Pilate, at the suggestion of the principal men amongst us, had condemned him to the cross,[9] those that loved him at the first did not forsake him; for he appeared to them alive again the third day;[10] as the divine prophets had foretold these and ten thousand other wonderful things concerning him. And the tribe of Christians, so named from him, are not extinct at this day.

Ini sudah panjang sekali. Sekarang saya mau membahas masalah terakhir. Kenapa Alkitab bisa diedit dan setiap edisi bisa terjadi perubahan? Perlu anda ketahui yang ada di rumah-rumah itu bukan Alkitab, melainkan terjemahan Alkitab. Alkitab dalam bahasa asli tidak pernah berubah. Setiap edisi yang terjadi perubahan adalah revisi terjemahan. Bila diadakan studi dan ditemukan bahwa ada terjemahan yang sebenarnya kurang tepat, maka itu wajib diperbaiki. Tapi perbaikan itu sendiri tidak boleh asal mengarang saja, makna kata yang baru tetaplah harus merupakan makna yang benar dari kata terjemahan.
Sebagai contoh Yesaya 40:22 dalam bahasa Inggris dituliskan:
It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:
Perhatikan kata Circle, bukankah itu berarti bangun datar dan bukan bangun ruang seperti bola? Oleh karena kita sudah tahu bahwa bumi itu bukan lingkaran melainkan bulatan. Oleh karena itu dalam terjemahan bahasa Indonesia diubah menjadi....
Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
Apakah ini berarti kita mengubah Firman TUHAN? Sama sekali tidak; perhatikan dalam bahasa Ibrani ayat tersebut dituliskan sebagai berikut:
?????????? ???? ????? ???????? ????????????? ???????????? ?????????? ??????? ????????? ?????????????? ????????? ??????????
Kata Ibrani untuk circle atau bulatan adalah Chug alias ????
Apa arti kata itu sebenarnya? ternyata artinya adalah sebagai berikut:
Kata Benda:
1. circle
2. class
3. ring
4. horizon
5. sphere
6. party
7. orb
8. tropic
Jadi bisa anda lihat sendiri walaupun makna dasarnya adalah circle alias lingkaran, arti kata chug bisa mengacu kepada sphere atau orb yang berarti bola. jadi penggunaan kata bulatan bukanlah sesuatu yang salah....itu sah-sah saja. Kesalahan justru terjadi pada saat King James memilih menggunakan circle menurut pemahamannya pada masa itu. Jadi perubahan memang bisa terjadi pada versi terjemahan, dan manusia wajib memperbaiki jika mengetahui ada yang salah pada terjemahannya. Jadi yang berubah cuma versi terjemahannya saja karena alasan perbaikan. Alkitab yang dalam bahasa asli tidak pernah diubah.
Jadi sekian dulu, karena sudah kepanjangan. Buat yang Islam jangan marah ya, santai saja. Mudah-mudahan ini bisa membantu anda mengkritisi kitab suci yang padanya anda menggantungkan surga dan neraka anda. Tidak ada gunanya bagi kalian menyelidiki Alkitab karena bukan di situ anda menggantungkan surga dan neraka saudara. Adalah tugas orang Kristen untuk mengkritisi dan menyelidiki Alkitab, saya sudah pernah melakukannya, mungkin ada yang mau menyusul :D..... GBU all
Read more »

Blogroll